Uncategorized

4 Manfaat Diet Flexitarian, Pola Diet Nabati Tanpa Hindari Daging

Makanjalan.com – Diet flexitarian dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin menjadi vegetarian, tapi belum bisa sepenuhnya berhenti mengonsumsi makanan hewani. Tidak hanya fleksibel seperti namanya, diet flexitarian juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan jantung, peredaran darah, bahkan dapat mencegah sejumlah penyakit.

Pola makan ini mendorong Anda agar memperbanyak konsumsi buah, sayuran, dan bahan pangan nabati lainnya tanpa menghilangkan bahan pangan hewani. Menurut penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition, diet flexitarian dinilai sebagai salah satu cara makan yang paling sehat dan menyenangkan. Lalu, apa saja manfaatnya?

Beragam manfaat diet flexitarian

Diet flexitarian adalah diet yang diusulkan oleh ahli gizi bernama Dawn Jackson Blatner. Ia merancang diet ini untuk orang-orang yang ingin menjalani pola makan lebih sehat sambil tetap menikmati makanan hewani seperti daging dan ikan dalam jumlah tertentu.

Pola makan vegetarian memang memberikan manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi, diet ini juga membuat Anda berisiko kekurangan nutrisi yang biasanya diperoleh dari produk hewani seperti vitamin B12, zinc, kalsium, dan asam lemak omega-3.

Baca juga : 5 Manfaat Buah Semangka untuk Ibu Hamil

Oleh sebab itu, diet flexitarian hadir agar orang yang menjalaninya dapat memperoleh manfaat diet vegetarian tanpa harus kehilangan nutrisi dari daging-dagingan, telur, serta produk susu. Secara umum, berikut adalah deretan manfaat yang bisa Anda peroleh:

  1. Menurunkan berat badan

Jika Anda sedang mencari diet untuk menurunkan berat badan, diet flexitarian bisa jadi pilihan yang tepat. Hal ini disebabkan karena Anda akan mengonsumsi banyak sayur, buah, serta kacang dan biji-bijian utuh yang memberikan rasa kenyang lebih lama.

Bahan pangan nabati juga lebih rendah kalori sehingga asupan kalori harian Anda akan ikut berkurang. Namun, Anda mungkin perlu sedikit bersabar karena penurunan berat badan dari diet flexitarian biasanya tidak sebesar diet vegetarian, apalagi vegan.

Meski begitu, penurunan asupan kalori yang Anda alami tetap terbilang besar. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, mengganti daging dengan sayur dan buah akan mengurangi asupan kalori hingga 300 kkal.

  1. Menurunkan risiko dan mengelola diabetes tipe 2

Manfaat diet flexitarian juga dapat dirasakan oleh penderita diabetes tipe 2 serta orang yang berisiko mengidap penyakit ini. Pasalnya, diet flexitarian meningkatkan asupan serat serta menurunkan asupan lemak jahat dan gula yang menjadi pemicu diabetes.

Sebuah penelitian terdahulu pernah membandingkan diet vegetarian dan pola makan dengan mengurangi gula, kolesterol, dan lemak jenuh. Setelah enam bulan, kelompok vegetarian mengalami penurunan lemak di bawah kulit, sepanjang otot, dan dalam otot.

Lemak pada ketiga area tersebut diketahui berperan besar dalam meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, studi tambahan juga menunjukkan bahwa orang yang makan lebih banyak sayur dan buah memiliki kadar gula darah yang lebih stabil.

  1. Menurunkan risiko kanker

Diet flexitarian kaya akan buah, sayur, biji dan kacang-kacangan, serta berbagai bahan yang tinggi antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang bisa menangkal radikal bebas dan melindungi tubuh Anda dari pembentukan sel kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan seperti diet flexitarian membantu menurunkan risiko semua jenis kanker, tapi manfaat ini paling terasa pada kanker usus besar. Kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum.

Menurut studi terhadap 78.000 orang di Amerika Serikat, mereka yang menjalani diet flexitarian berisiko delapan persen lebih kecil terkena kanker usus besar dibandingkan mereka yang tidak menjalaninya. Hal ini mungkin berkaitan dengan tingginya asupan serat yang menjadi faktor penurun risiko kanker.

  1. Membuat Anda lebih panjang umur

Manfaat diet flexitarian secara umum adalah mengurangi risiko penyakit dan membantu menurunkan berat badan. Seluruh manfaat tersebut akan membuat tubuh Anda lebih bugar, terlindung dari penyakit, dan berkemungkinan untuk lebih panjang umur.

Hal tersebut sesuai dengan salah satu penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients. Rata-rata, para pelaku diet flexitarian ternyata mempunyai angka harapan hidup 3,6 tahun lebih lama dibandingkan mereka yang mengonsumsi bahan pangan hewani.

Sebuah penelitian jangka panjang lainnya juga menyebutkan hal serupa. Mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan akan turut menurunkan risiko kematian akibat kanker, penyakit jantung, serta angka kematian secara umum.

Baca juga : Kaya Antioksidan dan Penuh Nutrisi, Inilah 5 Manfaat Peterseli

Diet flexitarian adalah diet fleksibel dengan beragam manfaat bagi kesehatan. Melalui diet flexitarian, Anda bisa memperoleh manfaat diet vegetarian tanpa harus kehilangan asupan nutrisi yang umumnya ditemukan pada bahan pangan hewani.

Jika Anda berminat mencoba diet yang satu ini, coba awali dengan mengganti daging yang biasa Anda konsumsi dengan sayur atau buah-buahan. Setelah terbiasa, mulailah memperkaya menu makan dengan beragam makanan nabati sambil sesekali diselingi dengan daging, ikan, atau telur.