Uncategorized

Konsumsi Daging Merah Bisa Berdampak Positif

Makanjalan.com – Selama ini konsumsi daging merah kerap disarankan untuk dibatasi karena risiko kesehatan yang mungkin muncul. Namun, tak perlu diragukan lagi bahwa makanan ini juga memiliki dampak yang menyehatkan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi daging merah bisa membantu meningkatkan kesehatan mental. Sebaliknya, terjadinya depresi lebih rentan pada seseorang yang menerapkan pola makan vegan atau vegetarian.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian ini dilakukan dengan melihat 18 hasil penelitian terdahulu. Seluruh penelitian tersebut mengamati mengenai hubungan antara konsumsi daging dengan kesehatan mental.

Baca juga : 5 Makanan yang Tak Bakal Pengaruhi Berat Badan

Berdasar sejumlah temuan tersebut, diketahui satu hal yang cukup mengejutkan. Diketahui bahwa mereka yang menghindari konsumsi daging merah mungkin menjadi penanda masalah bahwa seseorang berada pada kondisi kesehatan mental yang buruk.

“Mereka yang menghindari konsumsi daging merah memiliki tingkat atau risiko depresi, kecemasan, serta perilaku melukai diri sendiri yang lebih tinggi secara signifikan. Hasil temuan kami tidak menyarankan untuk menghindari konsumsi daging bagi manfaat kesehatan psikologis secara keseluruhan,” terang peneliti.

Tak hanya itu, mereka yang memiliki pola makan vegan dan vegetarian cenderung memiliki kesehatan mental lebih buruk secara keseluruhan. Mereka bahkan diketahui lebih rentan untuk melakukan bunuh diri.

“Walau risiko dan manfaat dari pola makan vegan dan vegetarian telah diperdebatkan selama seabad, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pemakan daging memiliki kondisi psikologis lebih baik,” terang Dr. Edward Archer, salah satu peneliti yang terlibat.

Baca juga : 5 Manfaat Kesehatan yang Tersembunyi di Balik Segarnya Cincau

“Secara umum, jika kamu ingin menghindari meningkatnya risiko depresi, kecemasan, serta perilaku menyakiti diri sendiri, maka sebaiknya konsumsi daging. Jika kamu menjadi vegan atau vegetarian karena alasan etika, maka sebaiknya habiskan lebih banyak waktu untuk melindungi kesehatan mental,” terang Aseem Malhotra, pakar kesehatan NHS.